Uniknya Tradisi di Lhok Ghop, Ritual KeHinduan Yang Masih Tersisa di Aceh

Posted by ѕєrbα ѕєAcєh™

sungai-lhok-ugop-kumba-dari-jarak-dekat-detiik-wordpress-com

Pidie Jaya menyimpan banyak potensi keindahan alam. Krueng(sungai) Lhok Gop adalah salah satu dari puluhan jumlah tempat wisata lainnya yang tak tergali.  Sungai Lhok Gop terletak tepatnya di Gampong (desa)Kumba, Kecamatan Bandar Dua Pidie jaya. Dari sungai ini, air mengalir ke penjuru persawahan masyarakat Bandar Dua dan sekitarnya..

Selain sebagai tradisi turun-temurun, pergi ke Lhok Gop juga sebuah kesenangan, begitu lah anggapan bagi para pengunjungnya. Selain suasana pemandangan yang begitu indah juga kesejukan alam di padu dengan kicauan burung-burung yg begitu bersahabat di telinga. Gemericik air dari celah batu menjadi irama unik di tengah kesunyian hutan.

Hari itu, Kamis 26 September 2013 adalah hari jatuhnya ritual Lhok Ghop. Prosesi ini dimaksudkan untuk mensyukuri rahmat Tuhan yang telah memberikan sumber air melalui sungai Lhok Ghob. Ritual ini diadakan setahun sekali menjelang musim kemarau melanda Nanggroe. Petani pasti tidak punya kuasa mendatangkan air untuk padi mereka yang mulai menguning di persawahan, doa adalah satu- satunya harapan ditengah sarana pertanian yang minim perhatian dari pemerintah daerah.

Upacara Lhok Ghob telah berlangsung ribuan tahun yang lalu. Tidak seorang pun mengetahui persis kapan ritual itu pertama dilakukan. Besar dugaan, tradisi tersebut adalah peninggalan masa kerajaan Hindu di Aceh. Setelah agama Islam memenangkan hati masyarakat, segala ritual digantikan dengan ajaran Islam.

Ini terlihat dari masih ada masyarakat yang membuang tanduk kerbau ke sungai. Asimilasi budaya ini ditemukan hampir di setiap upacara adat orang Aceh.

lhok-ugop-kumba-di-musim-kemarau-detiik-wordpress-com

Konon, di kawasan Lhok Ghop dulu hidup seorang ulama besar aliran sufi, masyarakat menyebutnya dengan Tgk Lhok Ghop.
Sampai saat ini makam ulama tersebut masih dapat ditemukan di kawasan hutan Lhok Kubu, 200 meter dari lokasi ritual Lhok Ghob, atau lebih kurang 16 Km dari pusat ibu kota Bandar Dua, Ulee Gle. Letak kuburan itu dibelah dua aliran sungai.

Warga yang berdatangan sungguh luar biasa, saking padatnya warga, hingga kaum hawa tak kebagian jatah. He,he, Emang di Aceh perempuan jarang dilibatkan dalam urusan kegiatan kemasyarakatan di luar rumah karena bertentangan dengan syariat begitulah pandangan kami tentang hukum Islam.

Sampai di sana pada bertugas masing-masing. Bagi pemuka agama, tokoh-tokoh masyarakat, mareka berzikir memanjatkan doa di surau tepat di samping dua pohon asan besar , Ketika ulama kharismatik Bandar Dua, Abu Hamid di Uteun Bayu masih hidup. Ritual Lhok Ghob dipimpin langsun oleh beliau.

Sedang bagi koki-koki sibuk dengan dapur dan masakannya, Lain lagi dengan Pedagang mareka sibuk dg barang dagangannya, ada jagung, kacang, snack, minuman mineral, dsb, tiada ketinggalan rokok, karna pendatang pada umumya perokok, Sehingga tak jarang kita dengar ungkapan mareka perokok ” lebeh geot hana bu dari pada hana rokuk ” ( lebih baik tiada nasi ketimbang tiada rokok ). Tak sedikit pula yang berkata “ leh bu tan rukok lage perampok hana senjata”. ( siap makan tampa rokok umpama perampok tampa senjata ) Yang intinya kgak boleh tiada rokok baik siap makan ataupun di saat waktu-waktu senggang. Dan tak sedikit celoteh ben ceplas ceplos orang Aceh tentang rokok yang tak tepat kita bahas di sini.

Belasan aparat keamanan mengiringi pak camat yang juga ikut hadir, sedang bagi pemuda ya!!!! kebanyakan sibuk dengan motret sana sini mengcopy keindahan alam yang tiada tara, termasuk admin lhooo,,,,, ciii eleeeeee,, heeem

Tak ketinggalan para bocah cilik, mareka sibuk dengan mandi sambil mencari ikan dengan cara dan keahliannya masing masing, baik dengan menembak atawa dg memancing, konon jauh2 hari sebelum pigi lhok gop mareka bocah udah siapin bahan2nya termasuk alat nyelamnya lho, misal kaca mata nyelam dan lain2nya tapi kagak pakek tabung oksigen kok hhee, semasa kecilnya admin juga pernah ngerasainnya nyelam sambil membidik ikan, waaaaduh senengnyeeee bukan main walaupun ikannya kagak penah sekalipun admin dapat, tak lebih tu semua cuman sekedar menyalurkan hobi.

Satu hal yang membuat admin Detik Semasa terheran di saat zikir pemanjatan doa siap koki pun dah pada selesai tugasnya. Ntah sepakat mareka sehingga berbarengan gitu, Ntahlah, yang jelas siap zikir bara api koki pun dah pada padam, warga pun dengan kompak nyantap makanan.

krueng-sungai-lhok-ugop-kumba-detiik-wordpress-com

Setelah acara makan bersama, prosesi itu pun selesai. Mareka bergagas pulang kampung masing-masing dengan harapan langit akan menumpahkan butiran-butiran air demi suburnya padi di sawah.

Jika dulu dimasa admin masih sekolah SD admin ingat betul, di saat warga pulang hujan dengan lebat turun membasahi jalan menemani setiap ayunan langkah warga, bertanda doa di terima sang pencipta, Tapi jauh kebalikan sekarang, entah hujan tak bersahabat lagi, Yang jelas hujan keberatan menemani warga di saat pulang.

Sesepuh kampung pernah berceritra ntah mitos atau apalah, Penghambat turun hujan ulah warga sendiri, mareka melanggar aturan, salah satunya dilarang sangat membawa pulang sisa makanan, Semestinya makanan harus di habiskan di sana, percaya atau tidak terserah pembaca, Yang pasti doa-doa warga belum bisa di terima sang pencipta, mungkin butuh koreksi bagi kita semua.

Berikut cuplikan foto saat prosesi di gelar tepatnya kamis 26 sep 2013 ? ?

lhok-gop-m-nur-kumba-2

lhok-gop-m-nur-kumba-8

lhok-gop-m-nur-kumba-3

lhok-gop-m-nur-kumba-4

lhok-gop-m-nur-kumba-15

lhok-gop-m-nur-kumba-16

lhok-gop-m-nur-kumba-17

lhok-gop-m-nur-kumba-7

lhok-gop-m-nur-kumba-14

lhok-gop-m-nur-kumba-5

lhok-gop-m-nur-kumba-6

lhok-gop-m-nur-kumba

lhok-gop-m-nur-kumba-13

lhok-gop-m-nur-kumba-12

lhok-gop-m-nur-kumba-11

lhok-gop-m-nur-kumba-18

lhok-gop-m-nur-kumba-10

~ Articel menarik lainnya

Iklan

Kunjungan balik ke blog sobat yang berkomentar sudah barang tentu !!! Terima Kasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s