7 Rambongan Iblis Merapat saat Sakratul Maut

images

Sejak Allah pertama sekali menciptakan manusia (Adam) dari tanah, dan Ibis yang berpaling dan menentang Allah – karena tidak mau menghormati Adam–, maka sejak itu pula Iblis dilaknat oleh Allah lantas diusir dari Surga..

Karena dirinya telah terusir dari surga yang penuh kenikmatan gara-gara Adam, maka Iblis mulai berikrar untuk menyesatkan dan menjerumuskan manusia sebanyak- banyaknya agar masuk neraka.

Aksi balas dendam Iblis sudah mulai dipraktekkan pertama sekali ketika nabi Adam dan Siti hawa –yang menjadi cikal bakal keturunan manusia di bumi– mulai melancarkan tipu daya untuk mencelakaan Adam dan Hawa. Segala tipu daya dilancarkan Iblis Laknatillah atas Adam dan Hawa.

Puncanya adalah ketika Adam dan Hawa, nenek moyang ummat manusia di bumi ini berhasil kena tipu Iblis dengan memakan buah kuldi terlarang. Akibatnya, Nabi Adam dan istrinya Siti Hawa dimurkai oleh Allah dan diusir dari Surga ke bumi. Disinilah pertama sekali Iblis melancarkan program penyesatan kepada manusia.

Sejak dari penciptaan Adam sampai sekarang yang telah memakan miliaran tahun, Iblis senantiasa memasang perangkap untuk menyesatkan sebanyak mungkin ummat manusia agar mendurhakai Allah. Sejak setitik air mani hingga akhir hayat, Iblis selalu melancarkan berbagai hasutan untuk menjerumuskan manusia. Bahkan saat yang paling dahsyat adalah ketika sakaratul maut tiba sekalipun.

Dari Abu Sa’id dan Abu Hurairah, Rasulullah SAW pernah bersabda: “Ajarilah orang-orang yang hendak meninggal dunia diantara kalian ucapan laa ilaha illallah,” (Hadits tersebut diriwayatkan oleh Muslim, Nasai, Abu Daud, Tirmidzi dan Ibnu Majah), sebagaimana dari Ibnu Hajar dalam “Bulughul Maram” No. 501. Nah saat-saat genting sakaratul maut tiba, Iblis-iblis datang secara bergelombang untuk melancarkan berbagai kesesatan kepada manusia yang akan menghembuskan nafas untuk terakhir kali didunia.

Iblis-iblis yang datang untuk mengganggu manusia saat sekarat disusun menjadi 7 golongan. sesuai sabda Rasulullah SAW: “Ya Allah aku berlindung dengan Engkau daripada daya tipu Syaitan disaat sakaratul maut.”

Rombongan 1

Akan datang Iblis atau Syaitan dengan menyerupai emas, perak dan pernak pernik logam mulia yang sangat disukai manusia lalu mereka datang juga dengan membawa serta sejumlah makanan dan minuman fatamorgana super lezat.

Bagi yang menerima pemberian Iblis itu, dia menunjukkan seorang hamba yang tamak dan loba kepada barang- barang tersebut. Maka dia meraba dan memegang barang yang dibawa Iblis padahal disaat bersamaan nyawa sedang ditarik dari raga.

Rombongan 2

Iblis datang berupa bentuk binatang yang ditakuti manusia seperti Harimau, Singa, Ular dan binatang liar menakutkan lainya yang berbisa. Maka Apabila Iblis-iblis berbentuk binatang itu datang, maka yang sedang sakaratul maut melompat dan meraung-raung sekuat tenaga. Maka seketika itu nyawa ditarik, maka matinya itu disebut sebagai mati lalai atau dalam keadaan lupa mengingat Allah s.w.t.

Rombongan 3

Akan datang rombongan Iblis dengan menyerupai binatang peliharaan yang membuat orang yang sedang sakaratul maut lalai dan tidak mengingat Allah untuk terakhir kali, karena binatang itu membuat dirinya terpesona. Jika dia minat dengan dengan ayam sabung, maka dirupakan dengan ayam sabung yang cantik yang membuat dia terkesima.

Apabila tangan orang yang hendak mati itu meraba-raba kepada binatang kesayangan itu dan waktu tengah meraba-raba dia pun meninggal, maka matinya itu dalam golongan yang lalai dan lupa kepada Allah SWT. Na’uzubillah.

Rombongan 4

Akan datang Iblis dengan rupa seseorang yang paling dibenci oleh orang yang mau meninggal sehingga ketika dia melihat musuhnya itu dia menjadi marah atau murka dan hendak memukul orang itu dengan penuh kebencian, maka orang yang didalam sakaratul maut itu akan meninggal dalam keadaan sangat menyedihkan.

Rombongan 5

Iblis-iblis rombongan ini akan datang menyerupai sanak famili, keluarga atau handai taulan dan membawa makanan dan minuman, sedangkan orang yang didalam sakaratul maut itu sangat mengharapkan minuman dan makanan dari orang-orang yang dia sayangi, maka ia pun menghulurkan tangannya untuk mengambil makanan dan minuman yang dibawa oleh si ayah, ibu dan anggota keluarga dekat lainya yang dirupai oleh Iblis terkutuk sambil merayu-rayu:

“Wahai anakku, inilah makanan dan bekal yang bisa kami bawa untuk mu dan berjanjilah bahwa engkau akan menuruti kami dan menyembah Tuhan yang kami sembah, supaya kita tidak lagi bercerai dan marilah bersama kami masuk ke dalam syurga.” Padahal apa yang dikatakan Iblis berbentuk orang-orang terdekat itu hanyalah sebuah kesesatan.

Rombongan 6

Iblis datang menyerupai ulama-ulama yang membawa banyak kitab lalu berkata: “Wahai muridku, lama sudah kami menunggu engkau, rupanya kamu sedang sakit di sini. maka itu kami bawakan kepadamu dokter- dokter untuk mengobatimu.” Lalu Iblis itu menawari obat, maka hilanglah rasa sakit itu, tapi kemudian sakit itu datang kembali.

Lalu datang lagi Iblis menyerupai ulama dan berkata: “Kali ini kami datang kepadamu untuk memberi nasihat agar kamu mati didalam keadaan baik, tahukah kamu bagaimana hakikat Allah?” Berkata orang yang sedang dalam sakaratul maut: “Aku tidak tahu.” Lalu Iblis menyerupai ulama itu berkata: “Ketahuilah, aku ini adalah seorang ulama yang tinggi dan hebat, baru kembali dari alam ghaib dan telah mendapat syurga yang tinggi.

Cobalah kamu lihat syurga yang telah disediakan untukmu, kalau kamu hendak mengetahui Zat Allah SWT hendaklah kamu patuh kepada kami.” Ketika itu orang yang dalam sakaratul maut itu pun memandang ke kanan dan ke kiri, dan dilihatnya sanak- saudaranya semuanya berada di dalam kesenangan syurga, padahal itu syurga palsu yang dibentangkan oleh Iblis laknatillah buat fatamorgana untuk menyesatkan orang yang sedang dalam sakaratul maut.

Kemudian orang yang sedang sakaratul maut bertanya kepada ulama palsu tersebut: “Bagaimanakah Zat Allah?” Iblis mulai gembira, karena hasutanya mulai mengena. Lalu ulama yang sebetulnya iblis ini menjawab: “Tunggu, sebentar lagi dinding dan tirai akan dibuka kepadamu.“ Ketika tirai dibuka selapis demi selapis, maka orang yang dalam sakaratul maut itu pun dapat melihat satu benda yang sangat besar, seolah-olah lebih besar dari langit dan bumi.

Berkata Syaitan: “Itulah dia Zat Allah yang patut kita sembah.” Berkata orang yang dalam sakaratul maut: “Wahai guruku, bukankah ini benda yang benar-benar besar, tetapi benda ini menyerupai makhluk, Sedangkan Zat Allah tidak menyerupai makhluk, sempurna Maha Suci Dia dari sifat cela.

Tapi sekarang ini lain pula keadaannya dari yang diketahui dahulu. Tapi sekarang yang patut aku sembah ialah benda yang besar ini.” Dalam keraguan itu maka Malaikat Maut pun datang dan terus mencabut nyawanya, maka matilah dia dalam keragu-raguan.

Rombongan 7

Iblis datang yang ketujuh ini terdiri dari 73 barisan sebab dia mengikuti apa yang dipesan Nabi bahwa diakhir jaman manusia akan terpecah menjadi 73 golongan. Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : “Orang- orang Yahudi terpecah kedalam 71 atau 72 golongan, demikian juga orang-orang Nasrani, dan umatku akan terbagi kedalam 73 golongan.” (HR. Sunan Abu Daud).

Dalam sebuah kesempatan, Muawiyah bin Abu Sofyan berdiri dan memberikan khutbah dan dalam khutbahnya diriwayatkan bahwa dia berkata, “Rasulullah SAW bangkit dan memberikan khutbah, dalam khutbahnya beliau berkata, ‘Millah ini akan terbagi ke dalam 73 golongan, seluruhnya akan masuk neraka, (hanya) satu yang masuk surga, mereka itu Al-Jama’ah.” Maksud Al-Jama’ah disini adalah Ahlussunnah wal Jama’ah, ummat yang masih berpegang teguh ajaran Allah (Al Qur’an dan hadist).

Oleh karena itu hendaklah kita mengajarkan kepada orang yang hampir meninggal dunia dengan ucapan Laa Ilaaha Illallah agar selamat dari gangguan Iblis Laknatillah yang sangat bersungguh-sungguh menyesatkan manusia bahkan sampai ketika sakaratul maut sekalipun. sabda nabi: “Ajarkan oleh kamu (orang yang masih hidup) kepada orang yang hampir meninggal: Laa Ilaaha Illallah.” Iblis hanya bisa mengganggu orang yang lemah imannya, maka bertawakallah kepada Allah dengan sebenar-benar tawakkal.

Firman Allah : “Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu kedalam islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu mengikuti langkah setan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.” (Qs. Al Baqarah 2: 208). Hendaknya kita taat kepada perintah Allah dan rasul, agar selamat dunia dan akhirat. Semoga kita senantiasa dalam lindungan Allah SWT.

~ Articel menarik lainnya

Iklan

Kunjungan balik ke blog sobat yang berkomentar sudah barang tentu !!! Terima Kasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s