CARA MUDAH MEMBEDAKAN SMARTPHONE TIRUAN DENGAN ORIGINAL

images

Di jaman sekarang kita di mudahkan dengan perkembangan jaman era smartphone.
Tapi jaman sekarang masyarakat yang ingin populer dengan smartphone yang kini hampir banyak di miliki kaum muda dari golongan menengah dan ke atas,
makin maraknya di dunia smartphone malah berdampak negatif bagi masarakat karena masarakat yang ingin populer dengan smatphone yang murah tentu saja kualitasnya sangat dan bahkan jauh dari kata layak..

Bayangin aja kang bro smartohone seperti ini di bandrol dengan harga murah tampa memperdulikan kualitas bahan nya,

harga nya bisa di bilang sangat murah apa lagi bisa di nego :smileyvery-happy:
tapi jangn tanya kualitasnya ? tentu saja kualitasnya tidak sesuai dengan yang aslinya.

Semakin banyak vendor mengeluarkan tipe smartphone, semakin bingung konsumen akan membeli yang mana. Mereka membedakan berdasarkan spesifikasi. Dan semakin tinggi spesifikasinya, semakin tebal rupiah yang kita keluarkan.

Dari masalah ‘tebal’ itu tadi, ada beberapa ide yang seolah-olah memberikan solusi dari kebutuhan kita akan smartphone. Dan ide ini menjadi masalah baru ditengah-tengah kebingungan konsumen dalam memilih samrtphone. Ide yang saya maksud adalah ide untuk membuat duplikasi smartphone. Wajar saja kalau ide ini muncul, karena kita menginginkan smartphone dengan spesifikasi wah dan harganya ‘tipis’.

Dampak nya ada pada merk produk tersebut yang mengalami kerugian.

Belakangan marak sekali produk-produk smartphone aspal atau yang biasa kita sebut KW/Super Copy/ Super King/ Cina (tak ada maksud rasis, ini istilah yang ramai dipakai masyarakat). Produsen ini sebenarnya kreatif. Tapi saya lebih suka menyebut mereka oknum daripada produsen.

Kenapa? Produk yang mereka buat jelas-jelas menjiplak ide dari vendor lain yang dengan susah payah dan keluar uang banyak untuk kreatif serta membeli hak paten. Katakanlah Samsung dan Apple yang kemarin gencar-gencar saling menuntun paten mereka dan menuduh satu sama lain menjiplaknya. Keduanya juga terkena denda dan hubungan bisnis sedikit terganggu karena kasus penjiplakan produk.

Akibat nya dari hal ini banyak masarakat yang tetipu,

Bagi konsumen awam atau bisa saya katakan ‘switcher’, karena sebelumnya belum pernah memiliki smartphone, hal ini sangat bahaya kalau tidak tahu smartphone yang akan dibelinya asli atau aspal. Jelas sekali akan ada kerugian jika mereka membeli produk aspal dari oknum tertentu.

Kasus yang sekarang marak yaitu; kebanyakan smartphone gahar milik Samsung dijiplak. Sebagai contoh adalah Galaxy S series. Mulai dari S2 sampai S4. Kalau dari vendor lain belum pernah menemui atau mungkin saya saja yang belum tahu.

Oknum membuat smartphone aspal/replika dengan desain yang nyaris sama secara kasat mata dengan produk dari Samsung. Mulai dari ukuran, ketebalan, posisi komponen, kemasan, modifikasi firmware dan sistem operasi memakai Android. Hanya saja spesifikasi yang mereka sematkan berbeda.
Sebagai contoh kita akan bahas Samsung Galaxy S4 vs Super Copy Galaxy S4.

Smartphone Kamu Asli Atau Palsu?

• 1. Cek nomor IMEI, adalah cara barrier mudah untuk mengetahui smartphone yang kita beli asli atau aspal. Jika nomor IMEI yang ada di device kita cocok dengan yang ada di dus, maka bisa dipastikan itu adalah asli. Melalui menu Phone Call, tekan *#06#, lalu akan muncul sederet nomor. Cocokkan dengan yang tertulis di dus.

Untuk menambah keyakinan lagi, perhatikan angka ke-7 dan ke-8 pada deret IMEI. kedua angka tersebut secara urut kita gabung dan kita bisa mengetahui dimana pabrikan device tersebut. Lalu cocokkan kembalii dengan yang ada di dus atau cari lokasi produksi di kerangka device.

Misalnya ada deret IMEI 15 angka sebagai berikut 345678 04 7654321. Maka angka ke-7 dan ke-8 adalah 0 dan 4. Keduanya digabung jadi 04. Angka ini bisa menunjukkan dimana device tersebut diproduksi ya, berikut kodenya:

• 00 ~> Produksi Finlandia
• 02 atau 20 ~> Produksi ASIA
• 03 ~> Produksi Prancis
• 04 ~> Produksi Korea
• 05 ~> Produksi Amerika
• 08 atau 80 ~> Produksi Jerman

Jika pada IMEI smartphone diproduksi di Korea, pastikan juga di dus atau kerangka smartphone/device juga sama diproduksi di Korea.

Saya sangat merekomnedasikan cara pertama ini.

• 2. Cocokkan tipe dan develop smartphone melalui Apps.Opera.Com. Caranya cukup masuk ke alamat tersebut dan scroll ke bawah, nanti akan tertulis tipe dan develop smartphone kamu. Kalau sesuai, misal “Sony Ercisson LT28h” atau “Samsung GT-I9500? berarti asli.

Kalau disana tertulis “Android Generic bla bla bla”, mungkin smartphone kamu bukan asli. Cara kedua ini sangat tidak saya sarankan, kenapa, karena pendeteksian dari firmware bisa saja salah karena kita tidak memakai stock rom alias custom rom.

• 3. Berikutnya melihat develop dan tipe smartphone dari detil properti pada hasil jepretan kamera asli si smartphone. Caranya cukup mudah, silahkan kamu gunakan smartphone kamu untuk memotret (apapun), kemudian hasilnya kamu cek dari Gallery, lihat detil properti disana, nanti akan tertulis tipe dan develop smartphone.

Bisa juga file hasil jepretan dibuka lewat komputer untuk melihat detil propertinya. Lagi, saya tidak merekomendasikan cara ketiga ini. Pengaruh firmware modifikasi bisa menuliskan develop yang berbeda.

• 4. Periksa kondisi secara fisik. Cara ini bagi mereka yang sudah paham betul tentang smartphone dan sudah lama menggunakan, katakanlah kamu yang kecanduan perkembangan smartphone sehingga gonta-ganti, alhasil kamu bisa paham mana yang asli atau yang aspal. Cara ini tidak direkomendasikan buat para ‘switcher’ ya.

Dikupas dari berbagai sumber

~ Articel menarik lainnya

Iklan

Kunjungan balik ke blog sobat yang berkomentar sudah barang tentu !!! Terima Kasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s